BENGKULU – Penyelenggaraan Besurek Night Carnival 2026 di kawasan pedestrian Belungguk Point bukan sekadar peragaan busana biasa. Dengan perputaran ekonomi yang digerakkan oleh sekitar 10.000 pengunjung, event ini menjadi mesin penggerak utama bagi pelaku usaha kecil untuk "naik kelas" sekaligus mendukung target besar pertumbuhan ekonomi nasional.
Lautan manusia yang memadati sepanjang Jalan Soeprapto hingga Simpang Lima pada Sabtu malam (18/4/2026) memberikan dampak instan bagi pedagang lokal. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyatakan optimismenya bahwa perputaran uang yang masif selama acara berlangsung akan membuat pelaku UMKM tersenyum lebar.
Digitalisasi dan Inovasi Infrastruktur
Kenyamanan pengunjung tahun ini semakin didukung dengan inovasi sistem parkir digital menggunakan QRIS di kawasan Belungguk Point. Sebagai kawasan percontohan parkir nontunai, langkah ini tidak hanya mempermudah akses wisatawan tetapi juga meningkatkan transparansi pendapatan daerah yang nantinya akan dialokasikan kembali untuk pembangunan kota.
Kawasan Belungguk Point sendiri, yang dibangun dengan anggaran Rp11 miliar, memang dirancang sebagai pusat ekonomi kreatif.Dengan trotoar yang dihiasi motif Batik Besurek dan kursi santai berbentuk 'Dhol', kawasan ini berhasil menyulap wajah pusat kota menjadi destinasi wisata belanja yang modern namun tetap sarat akan nilai budaya.
Mengejar Target Pertumbuhan 8 Persen
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa kemeriahan karnaval ini merupakan langkah konkret daerah dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Bengkulu bertekad menjadi salah satu provinsi terdepan yang menembus angka tersebut melalui optimalisasi aset daerah dan penyelenggaraan event-event berskala besar.
"Kami terus berupaya agar kota ini semakin maju. Strategi kami adalah memperbanyak event, termasuk agenda nasional, untuk mendorong ekonomi rakyat," ujar Dedy Wahyudi.
Data Pengunjung: Malam Hari Jadi Kunci
Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan, transisi konsep karnaval dari siang hari ke malam hari menunjukkan lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan. Berikut adalah perbandingan estimasi kehadiran pada gelaran Karnaval Batik:
| Tahun Pelaksanaan | Waktu Acara | Estimasi Pengunjung |
| 2024 | Siang Hari | 4.000 - 5.000 orang |
| 2025 | Siang Hari | 5.500 - 6.000 orang |
| 2026 (Night Carnival) | Malam Hari | 10.000 orang |
Lonjakan ini membuktikan bahwa penataan infrastruktur di Belungguk Point dan pemilihan waktu acara yang inovatif menjadi kunci utama dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi di jantung Kota Bengkulu. Dengan kesuksesan ini, pemerintah berencana menjadikan Besurek Night Carnival sebagai magnet investasi baru bagi sektor ekonomi kreatif di Bumi Rafflesia.



0 Comments