23

Hujan Ringan

Sabtu, 07 Februari 2026 06:00

Belanjo Rame-Rame Bikin Pasar Kembali Hidup! Walikota Dedy Pimpin ASN Borong Dagangan UMKM
0 Likes
41 Views
Berita  Ekonomi

Belanjo Rame-Rame Bikin Pasar Kembali Hidup! Walikota Dedy Pimpin ASN Borong Dagangan UMKM

BENGKULU – Halo, Adik Sanak Sahabat CariBengkulu! Pemandangan tak biasa dan penuh semangat mewarnai pusat perniagaan Kota Bengkulu pada Rabu pagi (5/2/2026). Jika biasanya lorong-lorong Pasar Tradisional Modern (PTM) dan Pasar Minggu terasa lengang di jam kerja, kali ini suasana berubah menjadi riuh rendah penuh tawar-menawar yang menggembirakan.

Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, dengan masih mengenakan seragam dinas lengkap, "menyerbu" lapak-lapak pedagang. Bukan untuk inspeksi mendadak atau penertiban, melainkan untuk satu tujuan mulia: Belanjo Rame-Rame.

Gerakan yang dipimpin langsung oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing ini menjadi bukti nyata bahwa birokrasi tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga turun tangan menggerakkan roda ekonomi rakyat.

Birokrasi Penggerak Ekonomi

Kegiatan diawali dengan Apel Gabungan di Jalan KZ Abidin I pada pukul 07.30 WIB. Dalam arahannya, Walikota Dedy menekankan pesan kuat kepada ribuan jajarannya. Ia menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam mencintai produk lokal.

"Ekonomi Kota Bengkulu harus berputar dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Dengan berbelanja di sini, kita membantu pedagang memperkuat ketahanan ekonomi keluarganya," ujar Dedy yang tampak antusias memborong berbagai komoditas, mulai dari sayuran segar, ikan, hingga kerajinan tangan.

Langkah ini juga diambil sebagai respons strategis Pemkot Bengkulu dalam menata wajah kota. Seiring dengan relokasi pedagang dari trotoar ke dalam gedung pasar, pemerintah ingin memastikan bahwa lapak baru para pedagang ini tetap ramai pembeli.

Tangis Haru dan Senyum Pedagang

Dampak dari gerakan "Belanjo Rame-Rame" ini langsung dirasakan oleh para pahlawan ekonomi kita, yakni para pedagang pasar.

Mama Romo, seorang penjual ikan yang biasanya termenung menunggu pembeli, hari ini tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku, gempuran belanja online dan sepinya pengunjung pasar seringkali membuatnya mengantuk karena tak ada aktivitas.

"Biasanya hari-hari kemarin sepi, kami bisa mengantuk gara-gara nggak ada orang belanja. Puji Tuhan, kami sangat mendukung para pemimpin kota kalau ASN dianjurkan belanja ke dalam biar penghasilan kami meningkat," ungkapnya dengan mata berbinar.

Hal senada diungkapkan Karmila, pedagang ayam di PTM. Dagangannya laris manis diserbu para pegawai pemerintah. Baginya, kehadiran Walikota dan ribuan ASN adalah suntikan semangat yang luar biasa.

"Senang sekali! Lumayan kalau ibu-ibu dan bapak pejabat itu datang, ayam kami dibeli. Harapannya kalau bisa seminggu sekali atau setiap hari ada agenda seperti ini," ujar Karmila penuh harap.

Bukan Sekadar Seremoni Sesaat

Apakah ini hanya kegiatan satu kali? Ternyata tidak. Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu, Alex Periyansyah, memastikan bahwa "Belanjo Rame-Rame" akan menjadi agenda rutin.

"Bisa jadi seminggu sekali, atau tiga hari sekali. Nanti akan kita gilir ke pasar-pasar lain seperti Pasar Panorama, Pasar Barukoto, dan lainnya. Intinya, di mana ada pasar yang ditata pemerintah, di situ ASN akan hadir untuk meramaikan," jelas Alex.

Selain mengerahkan ASN, Pemkot Bengkulu juga memberikan "kado" spesial bagi pedagang yang bersedia direlokasi masuk ke dalam PTM, yakni gratis biaya sewa selama 3 bulan. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban pedagang di masa transisi.

Ajakan untuk Warga Bengkulu

Adik sanak sahabat CariBengkulu, apa yang dilakukan Pemkot hari ini adalah sebuah pesan bagi kita semua. Pasar tradisional adalah jantung ekonomi daerah kita. Di sana ada interaksi manusia yang hangat, ada rezeki yang berputar untuk tetangga kita sendiri, dan ada kualitas barang yang segar.

Mari kita jadikan belanja di pasar tradisional sebagai gaya hidup baru. Kalau bukan kita yang memajukan Bengkulu, siapa lagi?

Label Postingan
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
Sektor Lainnya
0 Comments