23

Berawan

Jumat, 27 Februari 2026 06:00

Mengenal ZIS dan Peran Strategis BAZNAS: Solusi Cerdas Bangun Kemandirian Ekonomi Umat di Bengkulu
0 Likes
26 Views
Edukasi  Keagamaan

Mengenal ZIS dan Peran Strategis BAZNAS: Solusi Cerdas Bangun Kemandirian Ekonomi Umat di Bengkulu

BENGKULU, CariBengkulu.com– Di tengah dinamika ekonomi awal tahun 2026, kesadaran masyarakat Provinsi Bengkulu dalam berbagi melalui instrumen keagamaan semakin meningkat. Namun, masih banyak di antara kita yang sering tertukar antara istilah Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Padahal, memahami ketiganya adalah kunci untuk memaksimalkan dampak sosial bagi sesama warga Bumi Raflesia.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan mendasar ketiganya, dan mengapa menyalurkannya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi pilihan paling bijak saat ini?

Memahami Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah

Secara sederhana, Zakat adalah kewajiban yang mengikat bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat nisab (batasan harta) dan haul (masa kepemilikan satu tahun). Zakat bukan sekadar bantuan sukarela, melainkan hak fakir miskin yang tertitip dalam harta kita.

Sementara itu, Infak memiliki cakupan yang lebih cair karena tidak memiliki batasan jumlah maupun waktu tertentu. Sedangkan Sedekah memiliki makna paling luas; tidak hanya soal materi, bahkan senyuman tulus atau amal kebaikan sekecil apa pun kepada tetangga di sekujur Bengkulu sudah bernilai sedekah di mata Allah SWT.

Siapa yang Berhak Menerima?

Sesuai dengan tuntunan Surah At-Taubah ayat 60, dana zakat tidak boleh disalurkan sembarangan. Terdapat delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima, yaitu:

  1. Fakir dan Miskin.

  2. Amil (Pengelola zakat).

  3. Muallaf (Orang yang baru masuk Islam).

  4. Riqab (Hamba sahaya).

  5. Gharim (Orang yang terlilit hutang untuk kebutuhan pokok).

  6. Fisabilillah (Pejuang di jalan Allah).

  7. Ibnu Sabil (Musafir yang kehabisan bekal).

Mengapa Harus Melalui BAZNAS Bengkulu?

Sebagai lembaga resmi pemerintah nonstruktural yang diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011, BAZNAS memiliki keunggulan strategis dalam pengelolaan dana umat. Menariknya, bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun karyawan swasta di Bengkulu, zakat yang dibayarkan melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang Penghasilan Kena Pajak (PKP) saat pelaporan SPT tahunan.

"Menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi memastikan bantuan kita tepat sasaran dan terukur dampaknya secara makro untuk pengentasan kemiskinan di daerah kita sendiri," ungkap salah satu pengurus BAZNAS dalam koordinasi wilayah baru-baru ini.

Fakta Aktual 2026: Zakat untuk Kemandirian, Bukan Program Pemerintah

Memasuki Februari 2026, BAZNAS RI mempertegas komitmennya bahwa dana ZIS murni digunakan untuk pemberdayaan mustahiq (penerima zakat) sesuai syariat. Dana umat ditegaskan tidak digunakan untuk mendanai program umum pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, melainkan tetap fokus pada pilar pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sosial.

Di Provinsi Bengkulu sendiri, gebrakan nyata mulai terlihat:

  • Penguatan Struktural: Baru saja dilakukan pelantikan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Seluma periode 2026–2031 guna menyinergikan gerakan zakat di tingkat akar rumput.

  • Zakat Produktif: Penyaluran bantuan di Bengkulu kini mulai bergeser ke arah produktif. Alih-alih hanya memberi bantuan tunai sekali habis, BAZNAS kini gencar memberikan bantuan modal usaha dan pelatihan UMKM. Tujuannya mulia: mengubah mustahiq (penerima) menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan.

  • Sinergi Perbankan: Kerjasama dengan bank syariah dan sektor swasta terus ditingkatkan untuk membangun "kekuatan finansial sosial" yang mampu menopang warga kurang mampu saat terjadi krisis.

Cara Mudah Menunaikan ZIS

Bagi Adik Sanak Sahabat Cari Bengkulu yang ingin berpartisipasi, teknologi kini telah mempermudah segalanya. Selain bisa datang langsung ke kantor BAZNAS Provinsi atau Kabupaten/Kota setempat, layanan online melalui website resmi linkberkah.com dan aplikasi digital kini sudah terintegrasi dengan berbagai sistem pembayaran nontunai.

Mari kita jadikan ZIS sebagai gaya hidup untuk mensucikan harta sekaligus memperkuat ekonomi saudara-saudara kita di Bumi Raflesia. Karena dengan berbagi, harta takkan berkurang, justru keberkahan yang akan terus bertambah.

Label Postingan
Kategori Lainnya
Edukasi Lainnya
Sektor Lainnya
0 Comments