25

Berawan

Sabtu, 25 April 2026 21:00

Kue Bangsawan yang Menembus Nasional: Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
0 Likes
21 Views
Edukasi  Makanan

Kue Bangsawan yang Menembus Nasional: Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Halo Adik sanak sahabat Cari Bengkulu! Setelah pesona keindahan Batik Besurek berhasil menyita perhatian dunia, kini giliran kekayaan gastronomi kita yang mengharumkan nama Bumi Rafflesia di kancah nasional. Siapa sangka, kelezatan kuliner tradisional yang sering kita nikmati bersama secangkir kopi hangat Kue Bay Tat kini telah diakui secara hukum dan sejarah oleh negara.

Sertifikat penetapan Kue Bay Tat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia menjadi bukti sahih bahwa kuliner khas Bengkulu bukan sekadar pemanja lidah, melainkan sebuah identitas kultural yang bernilai tinggi.

Momen Bersejarah di Bawah Gemerlap Langit Kota

Penetapan status bergengsi ini mencapai puncaknya pada malam puncak Besurek Night Carnival 2026 yang meriah di kawasan Belungguk Point, Sabtu (18/4/2026). Di tengah ribuan pasang mata masyarakat dan para delegasi mahasiswa asing, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara resmi menyerahkan sertifikat WBTb tersebut kepada Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Sebagai informasi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2025 telah menetapkan 514 WBTb baru dari seluruh pelosok Nusantara, menambah total koleksi kekayaan budaya bangsa menjadi 2.727 karya. Sangat membanggakan, Provinsi Bengkulu sukses menyumbangkan enam karya budaya baru dalam daftar tersebut, dan Kue Bay Tat berdiri tegak sebagai perwakilan emas dari Kota Bengkulu.

Jejak Sejarah: Dari Hidangan Istana Menjadi Kudapan Merakyat

Bagi sebagian besar dari kita, Kue Bay Tat mungkin sudah menjadi jajanan atau oleh-oleh yang mudah ditemukan di toko kue. Namun, tahukah Adik sanak sahabat bahwa penganan manis ini dulunya memiliki kasta yang sangat eksklusif?

Secara etimologis, nama kuliner ini diambil dari bahasa Rejang. Kata "Bay" memiliki arti ibu, dan "Tat" merujuk pada kue tart. Pada masa lampau, Bay Tat bukanlah makanan yang bisa dikonsumsi sembarang orang. Kue ini merupakan penganan elit yang hanya disajikan khusus untuk kaum bangsawan, raja, dan keluarga keraton di Bengkulu.

Lebih dari sekadar makanan, Bay Tat pada masanya adalah simbol kasta dan status sosial yang kuat. Terdapat sebuah korelasi sosiologis yang unik di tengah masyarakat adat Bengkulu zaman dahulu: semakin banyak sajian Bay Tat yang dihidangkan oleh tuan rumah dalam sebuah pesta atau hajatan, maka semakin tinggi pula kedudukan dan status sosial sang pemilik acara di mata masyarakat luas.

Ketelatenan Pembuatan dan Simbolisme dalam Seni Badendang

Keistimewaan Bay Tat tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada proses pembuatannya. Mengolah Bay Tat memerlukan ketelitian, kesabaran, dan ketelatenan ekstra—sebuah cerminan dari karakter masyarakat asli Bengkulu.

Kue ini diolah dari perpaduan bahan berkualitas tinggi seperti tepung terigu, gula pasir, telur bebek atau ayam, serta mentega murni, yang kemudian disempurnakan dengan olesan selai nanas legit sebagai topping-nya. Perpaduan ini menciptakan tekstur yang empuk di dalam, renyah di luar, dengan cita rasa manis dan gurih yang meleleh di mulut.

Dalam tradisi budaya lisan Bengkulu yang dikenal sebagai "Seni Badendang" di mana masyarakat berkumpul melantunkan pantun diiringi tabuhan rebana kue tradisional diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori dengan makna filosofis mendalam. Kue Bay Tat masuk dalam kategori Makanan Selingan yang menyimbolkan kehormatan dan kedudukan agung, berdampingan dengan Kue Cucur sebagai simbol kesucian, serta Ketan Lupis yang melambangkan eratnya tali persatuan dan gotong royong.

Peluang Emas UMKM Lokal: Menjaga Kualitas Sang Primadona

Pengakuan nasional terhadap Kue Bay Tat membuka peluang ekonomi kreatif yang sangat masif bagi ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bengkulu. Status WBTb ini adalah strategi branding gratis dari negara yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha kuliner.

Untuk menjadikan Bay Tat sebagai oleh-oleh unggulan wisata yang terus diminati wisatawan lokal maupun mancanegara, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh penggiat UMKM kita:

  • Jaga Keaslian Resep: Inovasi rasa itu penting, namun menjaga pakem resep tradisional adalah kewajiban. Pastikan perbandingan bahan dasar dan kualitas selai nanas lokal Bengkulu tetap menjadi primadona utama dalam setiap gigitan.

  • Modernisasi Kemasan: Kombinasikan nilai tradisional dengan estetika modern. Kemasan yang higienis, kedap udara, dan memiliki desain menarik yang memuat narasi sejarah "Kue Bangsawan Bengkulu" akan meningkatkan nilai jual produk secara drastis.

  • Adaptasi Transaksi Digital: Sejalan dengan inovasi infrastruktur di Belungguk Point, mudahkan wisatawan dalam berbelanja melalui penerapan sistem pembayaran nontunai (QRIS) di setiap gerai oleh-oleh.

  • Sertifikasi Kualitas: Pastikan produk telah terdaftar di BPOM dan memiliki sertifikat Halal untuk menjamin keamanan dan kenyamanan konsumen nasional maupun internasional.

Adik sanak sahabat Cari Bengkulu, sertifikat WBTb ini bukan sekadar secarik kertas, melainkan kompensasi moral dan kemenangan budaya bagi kita semua. Tugas kita ke depan adalah memastikan bahwa aroma manis panggangan Kue Bay Tat akan terus mengepul dari dapur-dapur masyarakat Bengkulu, diwariskan dari generasi ke generasi tanpa pernah lekang ditelan pesatnya putaran zaman.

Label Postingan
Kategori Lainnya
Edukasi Lainnya
Sektor Lainnya
0 Comments