BENGKULU - CariBengkulu.com. Kawasan Simpang Lima dan Jalan Soeprapto mendadak berubah menjadi panggung megah bertaraf internasional pada Sabtu malam (18/4/2026). Ribuan pasang mata menjadi saksi betapa indahnya perpaduan motif kaligrafi dan bunga Rafflesia dalam balutan busana kreatif melalui ajang bertajuk “Gemerlap Besurek Night Carnival”.
Bukan sekadar pawai biasa, acara yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Bengkulu ke-307 ini berhasil menyulap suasana malam di Belungguk Point menjadi lebih hidup, berwarna, dan penuh kebanggaan.
Kehadiran Mahasiswa Internasional: Bukti Besurek Menembus Batas
Salah satu pemandangan yang paling mencuri perhatian Adik Sanak sekalian adalah partisipasi dari 11 perwakilan mahasiswa asing. Mahasiswa yang tengah menempuh studi di Bengkulu ini berasal dari berbagai belahan dunia, mulai dari Uganda, Bangladesh, Thailand, Brunei Darussalam, hingga Pakistan.
Melihat warga negara asing dengan bangga mengenakan kostum berbahan Batik Besurek di atas catwalk jalanan Bengkulu memberikan sinyal kuat: identitas budaya kita sudah siap bicara di kancah global. Kehadiran mereka tak hanya memperkuat nuansa internasional, tapi juga menjadi sarana promosi efektif bahwa Batik Besurek adalah warisan yang inklusif dan modern.
Bengkulu Sebagai "Indonesia Mini"
Tak hanya bicara soal batik, karnaval ini juga menampilkan semangat persatuan yang luar biasa. Penonton disuguhi parade kebudayaan yang menampilkan wajah "Indonesia Mini". Mulai dari penampilan enerjik dari perwakilan Ikatan Keluarga Minang, tarian Tor-Tor yang gagah dari keluarga Batak, hingga gerak indah mahasiswa asal Papua.
Keberagaman ini menunjukkan bahwa Kota Bengkulu adalah rumah yang ramah bagi siapa saja. "Kegiatan ini menyatukan hati dan pikiran antara pemerintah dan masyarakat," ujar Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang hadir langsung mendampingi Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.
10.000 Pengunjung dan Senyum Pelaku UMKM
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengungkapkan alasan di balik pemilihan waktu malam hari untuk karnaval tahun ini. Selain menghindari terik matahari agar masyarakat lebih nyaman, suasana lampu-lampu di kawasan Belungguk Point memberikan estetika tersendiri yang memukau.
“Kami perkirakan ada sekitar 10.000 pengunjung yang hadir. Ini bukan sekadar angka, tapi artinya ada perputaran ekonomi yang nyata. Pelaku UMKM kita bisa tersenyum karena dagangannya laris manis,” ungkap Dedy Wahyudi dengan penuh syukur.
Langkah ini juga dipuji oleh Gubernur Helmi Hasan sebagai salah satu strategi cerdas untuk mengendalikan inflasi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda
Malam itu semakin spesial dengan penyerahan sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia untuk kuliner khas kebanggaan kita, Kue Bay Tat. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Kebudayaan RI sebagai pengakuan atas nilai sejarah dan kemahiran tradisional dalam pembuatan kue lezat ini. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur kepada Wali Kota sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pelestarian budaya lokal.
Siapa Saja yang Memukau Juri?
Setelah melalui penilaian ketat dari para juri terhadap ribuan peserta, berikut adalah daftar pemenang yang berhasil membawa pulang penghargaan dalam Karnaval Batik Internasional 2026:
1. Kategori Sekolah (SD, SMP, SMA):
Juara 1: Nomor Urut 04
Juara 2: Nomor Urut 18
Juara 3: Nomor Urut 56
Favorit: Nomor Urut 15 & 17
2. Kategori Umum (Individu, Yayasan, UMKM):
Juara 1: Nomor Urut 22
Juara 2: Nomor Urut 06
Juara 3: Nomor Urut 21
3. Kategori OPD Pemerintah Kota Bengkulu:
Juara 1: Nomor Urut 21
Juara 2: Nomor Urut 03
Juara 3: Nomor Urut 19
Bagaimana menurut Adik Sanak? Apakah sudah siap untuk lebih bangga memakai Batik Besurek dalam keseharian? Jangan lupa bagikan momen keseruan kalian di media sosial dan tag CariBengkulu.com, ya!
Bengkulu Maju, Budaya Lestari, Rakyat Bahagia!



0 Comments