BENGKULU – Masjid Nur Asiah sukses menyelenggarakan agenda pengajian rutin Ahad ba’da Subuh pada tanggal 1 Februari 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh pengurus masjid ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama bagi warga sekitar dan jamaah pada umumnya.
Pesan Dakwah dan Keteguhan Hati
Kajian Subuh kali ini dipimpin oleh Ustaz H. Romli Ronan. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai semangat berdakwah dan konsistensi dalam beribadah. Ustaz Romli menekankan agar para pengurus maupun jamaah tidak perlu merasa risau atau berkecil hati apabila jumlah kehadiran belum sebanyak yang diharapkan.
Beliau mengingatkan bahwa sejarah perjuangan dakwah dimulai dari satu orang. Tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih ringan dibandingkan masa kenabian, di mana dakwah harus menghadapi caci maki yang luar biasa besar. Pesan ini menjadi suntikan semangat bagi pengurus untuk terus istikamah memakmurkan masjid tanpa harus terbebani oleh jumlah kehadiran.
Persiapan Bulan Sya'ban dan Ramadhan
Dalam tausiyahnya, Ustaz Romli juga menyoroti pentingnya meningkatkan intensitas ibadah di bulan Sya'ban sebagai jembatan menuju bulan suci. Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah memiliki kebiasaan meningkatkan amal ibadah selama bulan ini. Namun, beliau menekankan bahwa frekuensi puasa Rasulullah mencapai puncaknya atau paling banyak adalah di bulan Ramadhan sebagai ibadah wajib yang sempurna.
Selain puasa, beliau juga menyampaikan pesan bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk mulai membiasakan diri berbagi sejak dini di bulan Sya'ban agar semangat kedermawanan tersebut mencapai titik maksimal saat Ramadhan tiba.
Implementasi Sedekah untuk Kemakmuran Jamaah
Salah satu keunikan dari kegiatan di Masjid Nur Asiah ini adalah adanya sesi makan bersama setelah kajian selesai. Hidangan yang disajikan merupakan hasil pendayagunaan sedekah jamaah yang dikelola oleh pengurus secara transparan. Hal ini merupakan perwujudan nyata dari prinsip bahwa sedekah dari jamaah harus kembali manfaatnya untuk kemakmuran masjid dan kesejahteraan jamaah itu sendiri.
Makan bersama ini juga menjadi momen bagi pengurus untuk mengumumkan rencana menghidupkan kembali pengajian anak-anak. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan pendidikan agama bagi generasi muda agar Masjid Nur Asiah menjadi pusat peradaban dan pembentukan karakter anak-anak di lingkungan sekitar.
Harapan Menjadi Agenda Rutin
Pengurus Masjid Nur Asiah berharap kegiatan Ahad Subuh ini dapat terus terlaksana secara konsisten dan menjadi agenda rutin yang dinantikan warga. Dukungan dari jamaah, baik dalam bentuk kehadiran maupun sedekah, menjadi kunci utama keberlanjutan program-program positif ini untuk kemaslahatan umat.



0 Comments